Berita Detail

Putu Aryatama, M. Fahri, S.Chandra, Lilik A.D., Riawan

Selama dua hari penuh, 4–5 April 2026, mahasiswa STAB Kertarajasa melaksanakan rangkaian kegiatan bertajuk Gerakan Mahasiswa Mengabdi di Desa Bumiayu, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam bidang pendidikan, pembinaan umat, serta kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat relasi antara kampus dan masyarakat akar rumput Buddhis.

 

 

Pengenalan Kampus dan Agensi Mahasiswa

Kegiatan diawali dengan pengenalan kehidupan kampus STAB Kertarajasa kepada pemuda-pemudi Buddhis di Desa Bumiayu. Dalam sesi ini, mahasiswa memaparkan secara komprehensif proses pendaftaran, pilihan program studi, serta jalur pendidikan yang tersedia, termasuk program Sāmaṇera–Atthasilani dan program umum. Penjelasan juga mencakup berbagai program unggulan kampus yang berfokus pada penguatan keilmuan Buddhis, pendidikan keagamaan, serta pengembangan karakter, didukung dengan fasilitas pembelajaran yang memadai untuk menunjang proses akademik dan spiritual mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga menampilkan peran aktifnya sebagai agen perubahan, khususnya dalam bidang pembinaan keagamaan dan khotbah Dhamma di berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman nyata mahasiswa yang terjun langsung ke masyarakat menjadi inspirasi bagi generasi muda Buddhis di Bumiayu untuk melihat bahwa pendidikan tinggi Buddhis tidak hanya membentuk intelektualitas, tetapi juga pengabdian dan kebermanfaatan sosial.

 

 

 

Asistensi Guru Sekolah Minggu Buddhis

Mahasiswa turut berperan sebagai asisten guru dalam kegiatan Sekolah Minggu Buddhis Bodhi Dharma. Dengan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, mereka menyampaikan materi tentang dāna (berdana) sebagai salah satu praktik dasar dalam ajaran Buddha. Anak-anak diajak memahami pengertian dana sebagai tindakan memberi dengan ketulusan hati, bukan semata-mata pemberian materi, tetapi juga waktu, perhatian, dan kasih sayang. Lebih lanjut, mahasiswa menjelaskan manfaat dan tujuan berdana, yaitu sebagai sarana menumbuhkan kebajikan, mengikis kelekatan, serta memperkuat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui interaksi yang hangat dan partisipatif, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral Buddhis sejak dini dengan cara yang kontekstual dan menyenangkan.

 

Aksi Lingkungan di Sumber Air Kucur

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan perawatan dan penanaman pohon di kawasan Sumber Air Kucur. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif bersama komunitas Narendra Jaga Bumi, umat Buddha, relawan dan masyarakat setempat dengan tujuan menjaga kelestarian sumber mata air yang menjadi bagian penting kehidupan warga. Mahasiswa tidak hanya terlibat secara fisik, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari praktik Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman pohon menjadi simbol komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan lingkungan. Dalam suasana kebersamaan, mahasiswa, relawan dan masyarakat bekerja bahu-membahu, menunjukkan bahwa kepedulian ekologis bukan sekadar wacana, tetapi tindakan nyata yang berdampak bagi generasi mendatang.

 

Pengalaman Interaksi dan Dinamika Umat

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga melalui interaksi langsung dengan umat di Desa Bumiayu. Para mahasiswa menyaksikan peran dan kontribusi alumni yang tetap aktif membina umat, serta figur-figur tokoh yang menjadi penggerak kehidupan keagamaan di tingkat lokal. Nilai solidaritas dan keharmonisan tampak kuat, tercermin dari keterlibatan bersama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Namun demikian, mahasiswa juga menangkap berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya serta menurunnya minat generasi muda untuk aktif di vihara, khususnya di wilayah pedesaan. Realitas ini menjadi refleksi penting bahwa pembinaan umat membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif, kreatif, dan berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar nilai-nilai Buddhis.

 

Penutup

Gerakan Mahasiswa Mengabdi di Desa Bumiayu menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga bertumbuh melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara pendidikan, pengabdian, dan praktik nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan nyata. Mahasiswa diharapkan terus menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi umat dan lingkungan, serta menginspirasi generasi muda Buddhis untuk turut ambil bagian dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Mahasiswa Mengabdi