Sabtu, 16 Mei 2026 menjadi sebuah momentum bersejarah yang penuh dengan rasa syukur dan kebahagiaan bagi seluruh civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa. Lembaga pendidikan tinggi Buddhis yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur ini sukses menyelenggarakan upacara Peresmian Gedung Nāyaka Kertarajasa, sebuah fasilitas rektorat dan pusat administrasi baru yang megah dan representatif.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pemangku kepentingan (stakeholders), di antaranya para Bhikkhu Saṅgha dari Saṅgha Theravāda Indonesia (STI), perwakilan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia, pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Batu, serta anggota Atthasilani Theravāda Indonesia. Kehadiran para donatur utama yang telah menyisihkan komitmen materi dan moralnya, berdampingan dengan ratusan perwakilan umat Buddha yang datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, dan wilayah lokal Batu, semakin menambah kekayaan spiritual dan kehangatan kebersamaan dalam perayaan tersebut.

Rangkaian acara formal diawali dengan laporan dan sambutan hangat dari Ketua Panitia Peresmian Gedung Nāyaka Kertarajasa, Bhikkhu Karunasilo, S.Pd., M.M., yang memaparkan kilas balik proses pembangunan fisik gedung dari tahap awal hingga rampung sepenuhnya.

Mimbar sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua STAB Kertarajasa, Bhikkhu Santacitto Thera, Ph.D., yang menegaskan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu akademik akademik di era modern.

Disusul oleh pandangan mendalam dari Ketua Yayasan Dhammadīpa Ārāma, Bhikkhu Jayamedho Thera, mengenai pentingnya tata kelola sarana pendukung bagi kenyamanan belajar mengajar.

Pihak birokrasi pemerintahan pun turut memberikan ruang apresiasi melalui pidato perwakilan Penjabat Wali Kota Batu yang menekankan kontribusi positif STAB Kertarajasa terhadap kerukunan umat beragama di Kota Batu.

Apresiasi senada juga datang dari Dirjen Bimas Buddha RI, Drs. Supriyadi, M.Pd., yang secara khusus memuji konsistensi STAB Kertarajasa. Menurutnya, kampus ini telah berhasil memadukan secara harmonis antara standardisasi pendidikan tinggi akademik nasional yang ketat dengan penguatan spiritualitas berbasis nilai-nilai Dhamma di lingkungan padepokan (ārama) yang tenang dan kondusif.
Dalam sesi penyampaian kesan dan pesan, suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat Ketua Umum atau Saṅghanāyaka Saṅgha Theravāda Indonesia, Y.M. Bhikkhu Sri Subhapañño Mahāthera, memberikan orasi spiritualnya. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan gedung rektorat yang megah dan berarsitektur indah ini bukanlah sekadar proyek fisik semata, melainkan buah nyata dari gagasan visioner jangka panjang yang diinisiasi oleh Y.M. Bhante Khantidhāro Mahāthera. Gagasan besar ini dirancang demi mencetak calon pemimpin bangsa yang berwawasan luas serta Dharmaduta (penyebar ajaran Buddha) unggulan yang siap mengabdi di tanah air.

Memasuki acara inti yang dinantikan, seluruh hadirin menyaksikan prosesi penandatanganan prasasti oleh Y.M. Bhante Khantidhāro Mahāthera. Momen ini menjadi bentuk dedikasi, penghormatan, dan pengingat atas jasa besar beliau selaku tokoh pendiri Padepokan Dhammadīpa Ārāma sekaligus STAB Kertarajasa.

Tak lama setelah prasasti ditandatangani, prosesi peresmian disempurnakan dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Saṅghanāyaka Saṅgha Theravāda Indonesia bersama Dirjen Bimas Buddha RI, dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti yang menandai bahwa Gedung Nāyaka Kertarajasa kini telah resmi dibuka dan siap dioperasikan untuk mendukung kemajuan pendidikan.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian seremonial, suasana berganti menjadi sangat sakral ketika para Bhikkhu Saṅgha bersama-sama merapalkan doa keselamatan dan pemberkatan (blessing) di dalam area gedung baru tersebut. Setelah pembacaan paritta suci selesai, acara dilanjutkan dengan agenda peninjauan langsung (room tour) ke berbagai ruangan di dalam gedung yang diikuti oleh para Bhikkhu, pejabat pemerintah, serta para donatur guna melihat langsung fasilitas modern yang tersedia.


Seluruh momentum bersejarah ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata unik sebagai ungkapan penghormatan, apresiasi, dan terima kasih yang mendalam dari pihak panitia kepada para tamu kehormatan. Melalui peresmian ini, terselip doa dan harapan kolektif agar Gedung Nāyaka Kertarajasa dapat bertransformasi menjadi pusat lahirnya generasi Buddhis yang unggul secara intelektual, memiliki integritas moral yang kokoh, serta mampu memberikan sumbangsih nyata yang bermanfaat bagi perkembangan agama, kemajuan bangsa, dan kedamaian dunia.