Berita Detail

Latifah

Sebuah babak penting dalam proses pendidikan calon guru telah terlampaui. Empat mahasiswa STAB Kertarajasa berhasil menyelesaikan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2025/2026 di My Little Island School, Kota Malang. Program yang berjalan selama sebulan ini bukan sekadar memenuhi kurikulum, melainkan sebuah perjalanan transformatif yang menyoroti aspek-aspek kritis dalam menyiapkan pendidik yang andal. PPL berperan sebagai jembatan yang menghubungkan teori pendidikan dari ruang kuliah dengan dinamika nyata di dalam kelas. Pengalaman ini memungkinkan mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghayati langsung kompleksitas dunia persekolahan, mulai dari administrasi hingga interaksi pembelajaran dengan siswa.

 

Perjalanan praktikan dimulai dengan proses observasi kelas dan sekolah. Mereka dengan cermat mendokumentasikan temuan mereka pada lembar yang disediakan pihak sekolah. Fase ini menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan dan budaya sekolah yang baru. Tantangan nyata muncul ketika mereka harus beralih dari konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akrab di kampus, kepada penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang diterapkan di sekolah. Dalam menghadapi transisi ini, bimbingan dari Guru Pamong, Feri Adriano, S.Pd., terbukti sangat menentukan. Dengan penuh perhatian, beliau memandu para mahasiswa melalui setiap tahap pengajaran. Dukungan sistemik dari sekolah juga turut andil dalam menciptakan ekosistem belajar yang kondusif. Mekanisme seperti jurnal reflektif mengajar dan evaluasi menjadi cermin bagi mahasiswa untuk menganalisis dan meningkatkan praktik pedagogis mereka secara terus-menerus.

 

Bimbingan tidak hanya datang dari guru pamong, tetapi juga secara langsung dari Kepala Sekolah, Rurik Herawati, M.Pd., yang membagikan wawasan berharga seputar administrasi dan strategi pengajaran.  Dalam evaluasi langsungnya, Ibu Rurik tidak hanya fokus pada aspek teknis pengajaran, tetapi juga secara khusus menyentuh aspek emosional dengan melakukan check-in terhadap perasaan dan tantangan yang dihadapi mahasiswa selama masa praktik.

 

Pada acara penutupan yang berlangsung 15 Oktober 2025, Kepala Sekolah, Ibu Rurik, menyampaikan apresiasi yang disertai dengan refleksi mendalam. Beliau menyayangkan bahwa keterbatasan waktu pelaksanaan PPL membatasi kesempatan mahasiswa untuk mempelajari aspek asesmen pembelajaran secara lebih mendalam, sebuah komponen yang sangat krusial dalam proses edukasi. Namun, kolaborasi tetap terjalin dengan melibatkan mahasiswa dalam program pengembangan literasi sekolah, seperti mengumpulkan peribahasa dan pepatah dalam tradisi Buddhis.

 

Secara khusus, Bapak Feri Adriano, S.Pd., memberikan masukan berharga yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kurikulum kampus. Beliau menekankan perlunya mahasiswa terus mengasah keterampilan komunikasi pedagogis, dengan menyesuaikan bahasa sesuai jenjang usia siswa dan mengurangi kecenderungan mengajar secara satu arah atau berceramah menuju pendekatan yang lebih student-centered. Lebih lanjut, Feri memberikan saran konkret agar Program Studi dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan desain dan strategi pembelajaran di luar kelas teori. Hal ini dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah terdekat untuk memberikan pengalaman mengajar yang lebih sering dan beragam. Beliau juga berharap metode pembelajaran di kampus dapat lebih bervariasi, tidak terpaku pada presentasi dan ceramah, sehingga dapat menjadi model langsung bagi calon guru untuk mengalami dan menerapkan berbagai teknik mengajar.

 

Untuk mengoptimalkan persiapan mengajar, kemampuan mahasiswa dalam menerapkan media pembelajaran di kelas perlu terus ditingkatkan. Penekanan perlu diberikan pada penguasaan strategi untuk mengintegrasikan media tersebut secara efektif ke dalam alur pembelajaran. Dengan demikian, fokusnya dapat melampaui sekadar keterampilan teknis membuat media.

 

Umpan balik yang kaya dari lapangan ini menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa untuk menapaki karier keguruan mereka. Secara paralel, catatan-catatan reflektif ini juga menawarkan perspektif evaluatif yang sangat bernilai bagi STAB Kertarajasa dalam terus-menerus menyempurnakan proses penyiapan calon-calon guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap kebutuhan dunia pendidikan yang terus berubah.

Asistensi Mengajar